Nama
: Lisnawati
NPM
: 10.07.0248
Prodi
: PGMI / VI A
Mata
kuliah : Inovasi Pendidikan
Dosen
: Abdul Azis, S.Pd.I, M.Pd.I
Konsep Dasar Inovasi Pendidikan
Perkembangan
IPTEK yang cepat saat ini, dalam kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan
merupakan upaya untuk menjebatani masa sekarang dan masa yang akan datang
dengan jalan memperkenalkan hal-hal baru, dan pembeharuan-pembaharuan untuk
lebih efektif dan efisien.
Mengikuti
perkembangan zaman, kebutuhan dalam layanan terhadap peserta didik, dan kesempatan
perbaikan untuk dapat berjalan lebih baik, menjadi hal pokok untuk mengharuskan
adanya inovasi dalam pendidikan, yang mampu mengantisipasi perkembangan
tersebut, dengan mengupayakan suatu program yang sesuai dengan perkembangan dan
kebutuhan peserta didik.
Inovasi
merupakan suatu pembaharuan, atau suatu hal yang baru, bagi seseorang atau
sekelompo masyarakat, baik itu hasil dari Invensi taupun Discoveri. Inovasi
bertujuan untuk memecahkan suatu masalah dalam pendidikan untuk memperbaiki
aspek-aspek pendidikan agar lebih efektif dan efisien. Dalam kehidupan
sehari-hari dikenal adanya inovasi dan modernisasi, keduanya merupakan
perubahan sosial, perbedaannya hanya terletak pada penekanan ciri dari
perubahannya. Inovasi menekankan pada ciri adanya suatu yang diamati sebagai
sesuatu yang baru bagi individu atau masyarakat, sedangkan modernisasi
menekankan adanya proses perubahan dari tradisional ke modern, atau lebih maju.
Proses
penerimaan inovasi oleh masyarakat, dipengaruhi oleh karakteristik inovasi itu
sendiri. Rogers mengemukakan ada 5 macam karakteristik inovasi.
Rogers mengemukkan ada 5 macam
karaktistik tersebut, yaitu ;
keuntungan relatif, kompatibel, kompleksitas, triabilitas, dan dapat diamati.
Dalam
memeahami karakteristik tersebut inovasi, ada yang sedang disebarluaskan,
sehingga dapat memanfaatkan hasilnya untuk mempercepat proses penerimaan
inovasi.
Proses Inovasi Pendidikan
Yang
menjadi titik utama pnerimaan dan penerapan inovasi ialah individu sebagai
anggota sistem sosial atau asyarakat, maka dari itu, pemahaman tentang proses
inovasi pendidikan berorientasi pada individu merupakan dasar unuk memahami
proses inovasi dalam masyarakat (organisasi).
Dalam
proses penyebaran inovasi timbul permasalahan bagaimana cara yang tepat untuk
mempercepat diterimanya suatu inovasi dalam masyarakat, untuk memecahkan
masalah.
Roger
mengemukakan sistem proses penyebaran inovasi :
·
Difusi adalah proses komunikasi inovasi
antar masyarakat dengan menggunakan saluran tertentu dalam waktu tertentu.
Ø Difusi
sentralisasi, penentuan tentang berbagai hal, seperti kapan dimulainya inovasi,
dengan saluran apa, siapa yang akan menilainya, dilakukan oleh sekelompok kecil
orang/ pimpimam pembaharu.
Ø Difusi desentralisasi, penentuan dilakukan
oleh klien (masyarakat) bekerja sama dengan beberapa orang yang telah menerima
inovasi.
·
Diseminasi adalah proses penyebaran
inovasi yang direncanakan, diarahkan, dan dikelola pelaksanaannya.
Proses
yang dilalui mulai dari pertama tahu adanya inovasi, kemudian dilanjutkan untuk
memutuskan setuju atau tidak terhadap inovasi, implementasi inovasi, dan
konfirmasi terhadap keputusan inovasi yang telah diterimanya merupakan proses
keputusan inovasi. Ciri utama keputusan inovasi, dengan keputusan lain ialah
dimulai dengan adanya ketidaktentuan (uncertainly) tentang sesuatu (inovasi).
Strategi
Inovasi Pendidikan
Ketepatan
penggunaan strategi meerupakan salah satu faktor yang menentukan efektivitas
pelaksanaan program perubahan sosial.
Strategi
inovasi pendidikan, diantaranya :
1. Strategi
fasilitatif, program yang bertujuan untuk perubahan sosial yang ditentukan oleh
penyediaan fasilitas, sarana prasarana sangat diutamakan dengan maksud agar
perubahan sosial akan berjalan dengan mudah dan lancar.
2. Strategi
pendidikan, yaitu untuk mengadakan perubahan sosial dengan cara menyampaikan
fakta dengan maksud orang akan menggunakan fakta informasi itu untuk menentukan
tindakan yang akan dilakukan.
3. Strategi
bujukan, program yang bertujuan perubahan sosial dengan cara membujuk agar
sasaran perubahan sosial mau mengikuti perubahan yang telah direncanakan.
Contoh : - Publikasi program menarik minat peserta
didik.
-
Memberikan penghargaan kepada guru yang menyetorkan administrasi
dengan cepat.
4. Strategi
pelaksanaan, program dengan cara memaksa klien untuk mencapai tujuan perubahan.
Dalam pelaksanaannya, program sering
dipakai kombinasi antara berbagai stratgi. Disesuaikan dengan tahap pelaksanaan
program serta kondisi dan situasi klien pada berlngsungnya proses pengambilan
keputusan untuk menerima atau menolak perubahan sosial.
Inovasi
kurikulum
A.
Kurikulum Berbasis Kompetensi
Maju
munudrnya pendidikan bergantung pada sejauh mana pemahaman guru dalam
melaksanakan tugasnya disekolah, termasuk pemahaman terhadap kurikulum.
Munculnya inovasi adlah untuk mengatasi permasalahan dalam pendidikan.
Masalah-masalah inovasi kurikulum mencakup aspek inovasi dalam struktur
kurikulum,materi kurikulum, dan inovasi proses kurikulum.ketigaaspek tersebut
merupakan pengeompokan jenis inovasi berdasarkan komponen sistem pendidikan
yang menjadi bidang garapannya.
KBK merupakan bentuk inovasi kurikulum
berbentuk seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil
belajar yang harus dicapai oleh siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar,
dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dan mengembangkan sekolah.
Aspek yang harus terkandung dalam
kompetensi :
1. Pengetahuan
(knowledge)
2. Pemahaman
(understanding)
3. Keterampilan
(skill)
4. Nilai
(value)
5. Sikap
(attitude)
6. Minat
(interest)
Kompetensi yang harus dicapai : kompetensi akademik,
kompetensi okupasional, kompetensi kultural, kompetensi temporal.
Pengembangan KBK
dilandasi filosofis keimanan dan ketaqwaan yang kuat dengan disertai landasan
secara psikologis, yang bagus dan unggul. Dalam pengembangannya KBK dapat
dilakukan dengan perencanaan, implementasi pembelajaran dan evaluasi yang
dilakukan oleh guru secara terprogram.
B.
Kurikulum Berbasis Masyarakat
Tujuan
kurikulum Masyarakat :
1. Memperkenalkan
siswa terhadap lingkungannya, melestarikan budya termasuk kerajinan,
keterampilan (handikreatif).
2. Membekali
peserta didik kemampuan dan keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup mereka
dimasyarakat.
3. Membekali
peserta didik agar bisa hidup mandiri serta membantu orang tuanya dalm memenuhi
kebutuhan hidupnya.
KBM merupakan kurikulum
yang menekankan perpaduan antara sekolah dan masyarakat untuk mencapai tujuan
pengajaran. Karakteristiknya berpusat pada masyarakat yang dilihat dari segi
pengajaran baik orientasi, metode, sumber belajar, strategi pengajaran berpusat
pada kepentingan peserta didik untuk bekal hidupnya di masa yang akan datang.
Dalam KBM, guru hanya berparan sebagai fasilitator, siswa belajar aktif,
kreatif, untuk memecahkan permasalahan (mandiri).
Dalam pelaksanannya
selama ini guru mengkemas pengalaman belajar peserta didik dengan terpisa-pisah
antara bidang yang satu dengan bidang yang lain, dalam penyajiannya. Ini
membuat kesulitan belajar bagi peserta didik, karena memberikan pengalaman
belajar artiifsial/ tidak totalitas. Maka dari itu, guru harus memiliki potensi
untuk memilih model pembelajaran yang dipakai sesuai dengan karakteristik
peserta didik.
KBM diperbaiki dengan
kurikulum keterpaduan (integreted curriculum) yaitu kurikulum yang meniadakan
batasan-batasan antar mata pelajaran, dalam menyajikan bahan ajar dalam
bentuk unit.
Ciri-ciri utama kurikulum terpadu, diantaranya : berdasarkan kebutuhan
peserta didik, sistem unit, geru berperan sama aktifnya dengan peserta didik
dan sesuai dengan minat minat dan perkembangann peserta didik.
Kurikulum terpadu ini
terjadi dari beberapa komponen yaitu : komponen lulusan, metode, materi,
evaluasi, dan masyarakat. Prosedur pengembangan kurikulum terpadu dilaksanakan
dalam bentuk sistem, diantaranya meliputi tujuan sumber unit, kriteria
penyusunan rencna umum, organisasi dan isi rencana.
Inovasi Dalam Pembelajaran
Pembelajaran merupkan
kegiatan yang disengaja, sadar, direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi
dengan sistematis, untuk mencapai tujuan pembelajaran secara aktif, efektif,
dan inovatif.
Inovasi pembelajaran
kuantum, dikembangkan olen Bobby Deporter pada tahun 1992
dalam kegiatan supercamp. Ini merupakan pembelajaran yang mengutamakan potensi
yang ada dalam guru dan peserta didik akan menjadi cahaya atau sinar yang
sangat bermanfaat bagi kemajuan mereka secara efektif dan efisien melalui
berbagai interaksi dalam pembelajaran.
Konsep yang paling
utama digunakan dalam pembelajaran kuantum, yaitu percepatan belajar untuk
mengatasi masalah-masalah belajar tradisional, dan fasilitas belajar yang akan
mempermudah proses pembelajaran.
Ada beberapa prinsip
dan strategi dalam pembelajaran kuantum :
a.
Segalanya berbicara, maksudnya segala
sesuatu yang berhubungan dengan proses pembelajaran harus memberikan
pesan-pesan belajar pada peserta didik.
b.
Segalanya bertujuan, semua yang bersangkutan
pada pembelajaran harus memiliki tujuan-tujuan yang positif dan jelas.
c.
Pengalaman sebelum pemberian nama,
peserta didik harus sudah memiliki pengalaman atau informasi terlebih dahulu
yang berhubungan dengan upaya pemberian nama tersabut.
d.
Mengakui sikap usaha, semua kegiatan
atau uasah yang telah dilakukan harus memperoleh penghargaan
e.
Merayakan keberhasilan, dalam rangka
memberikan penghargaan, dalam setiap usaha yang telah diperoleh dalam
pembelajaran pantas untuk dirayakan, untuk memberikan umpan balik dan motivasi
belajar selanjutnya.
Dalam
pembelajaran kuantum, asas yang paling utama ialah “bawalah dunia mereka
kedalam dunia kita, dan antarkan dunia kita kedalam dunia mereka”. Sebagai guru
harus memfasilitasi dan terus berupaya terlebih dahulu dalam memahami potensi
siswa sebagai subjek belajar.
Pembelajaran kuantum
mengorkestrasi kesuksesan belajar melalui konteks (lingkungan) dan konten
(isi). Dalam pengaplikasiannya guru sebagai fasilitator harus memahami aspek-
aspek pembelajaran kuantum, antara lain:
1.
Niat
2.
Berpikir positif
3.
Menjalin rasa simpati terhada peserta
didik
4.
Riang, ketakjuban
5.
Mau mengambil resiko (dari zona nyaman –
ke zona tidak nyaman).
6.
Menumbuhkan saling memiliki
7.
Menunjukkan keteladanan
Selain itu, dalam
rancangan pembelajaran kuantum, yang dapat dikembangkan, selain pengembangan konteks
dan konten, pengembangan strategi atau pendekatan pembelajaran, kegiatannya
sinkron menyertakan unsur- unsur asas, prinsip, modalitas, dan AMBAK. Dimensi
konteksnya yaitu suasana belajar yang menyenangkan, landasan yang kukuh,
lingkungan yang mendukung, dan rancangan belajar yang dinamis. Semuanya
merupkan unsur yang mendukung kesuksesan pembelajaran.
0 komentar:
Posting Komentar