BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Minggu, 21 April 2013

Inovasi Pendidikan


Nama : Lisnawati
NPM : 10.07.0248
Prodi : PGMI / VI A
Mata kuliah : Inovasi Pendidikan
Dosen : Abdul Azis, S.Pd.I, M.Pd.I

Konsep Dasar Inovasi Pendidikan
Perkembangan IPTEK yang cepat saat ini, dalam kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan merupakan upaya untuk menjebatani masa sekarang dan masa yang akan datang dengan jalan memperkenalkan hal-hal baru, dan pembeharuan-pembaharuan untuk lebih efektif dan efisien.
Mengikuti perkembangan zaman, kebutuhan dalam layanan terhadap peserta didik, dan kesempatan perbaikan untuk dapat berjalan lebih baik, menjadi hal pokok untuk mengharuskan adanya inovasi dalam pendidikan, yang mampu mengantisipasi perkembangan tersebut, dengan mengupayakan suatu program yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
Inovasi merupakan suatu pembaharuan, atau suatu hal yang baru, bagi seseorang atau sekelompo masyarakat, baik itu hasil dari Invensi taupun Discoveri. Inovasi bertujuan untuk memecahkan suatu masalah dalam pendidikan untuk memperbaiki aspek-aspek pendidikan agar lebih efektif dan efisien. Dalam kehidupan sehari-hari dikenal adanya inovasi dan modernisasi, keduanya merupakan perubahan sosial, perbedaannya hanya terletak pada penekanan ciri dari perubahannya. Inovasi menekankan pada ciri adanya suatu yang diamati sebagai sesuatu yang baru bagi individu atau masyarakat, sedangkan modernisasi menekankan adanya proses perubahan dari tradisional ke modern, atau lebih maju.
Proses penerimaan inovasi oleh masyarakat, dipengaruhi oleh karakteristik inovasi itu sendiri. Rogers mengemukakan ada 5 macam karakteristik  inovasi.  Rogers mengemukkan  ada 5 macam karaktistik tersebut,    yaitu ; keuntungan relatif, kompatibel, kompleksitas, triabilitas, dan dapat diamati.
Dalam memeahami karakteristik tersebut inovasi, ada yang sedang disebarluaskan, sehingga dapat memanfaatkan hasilnya untuk mempercepat proses penerimaan inovasi.

Proses Inovasi Pendidikan
Yang menjadi titik utama pnerimaan dan penerapan inovasi ialah individu sebagai anggota sistem sosial atau asyarakat, maka dari itu, pemahaman tentang proses inovasi pendidikan berorientasi pada individu merupakan dasar unuk memahami proses inovasi dalam masyarakat (organisasi).
Dalam proses penyebaran inovasi timbul permasalahan bagaimana cara yang tepat untuk mempercepat diterimanya suatu inovasi dalam masyarakat, untuk memecahkan masalah.
Roger mengemukakan sistem proses penyebaran inovasi :
·         Difusi adalah proses komunikasi inovasi antar masyarakat dengan menggunakan saluran tertentu dalam waktu tertentu.
Ø  Difusi sentralisasi, penentuan tentang berbagai hal, seperti kapan dimulainya inovasi, dengan saluran apa, siapa yang akan menilainya, dilakukan oleh sekelompok kecil orang/ pimpimam pembaharu.
Ø   Difusi desentralisasi, penentuan dilakukan oleh klien (masyarakat) bekerja sama dengan beberapa orang yang telah menerima inovasi.
·         Diseminasi adalah proses penyebaran inovasi yang direncanakan, diarahkan, dan dikelola pelaksanaannya.
Proses yang dilalui mulai dari pertama tahu adanya inovasi, kemudian dilanjutkan untuk memutuskan setuju atau tidak terhadap inovasi, implementasi inovasi, dan konfirmasi terhadap keputusan inovasi yang telah diterimanya merupakan proses keputusan inovasi. Ciri utama keputusan inovasi, dengan keputusan lain ialah dimulai dengan adanya ketidaktentuan (uncertainly) tentang sesuatu (inovasi).
Strategi Inovasi Pendidikan
Ketepatan penggunaan strategi meerupakan salah satu faktor yang menentukan efektivitas pelaksanaan program perubahan sosial.
Strategi inovasi pendidikan, diantaranya :
1.      Strategi fasilitatif, program yang bertujuan untuk perubahan sosial yang ditentukan oleh penyediaan fasilitas, sarana prasarana sangat diutamakan dengan maksud agar perubahan sosial akan berjalan dengan mudah dan lancar.
2.      Strategi pendidikan, yaitu untuk mengadakan perubahan sosial dengan cara menyampaikan fakta dengan maksud orang akan menggunakan fakta informasi itu untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan.
3.      Strategi bujukan, program yang bertujuan perubahan sosial dengan cara membujuk agar sasaran perubahan sosial mau mengikuti perubahan yang telah direncanakan.
Contoh : -     Publikasi program menarik minat peserta didik.
-          Memberikan penghargaan  kepada guru yang menyetorkan administrasi dengan cepat.
4.      Strategi pelaksanaan, program dengan cara memaksa klien untuk mencapai tujuan perubahan.
Dalam pelaksanaannya, program sering dipakai kombinasi antara berbagai stratgi. Disesuaikan dengan tahap pelaksanaan program serta kondisi dan situasi klien pada berlngsungnya proses pengambilan keputusan untuk menerima atau menolak perubahan sosial.
Inovasi kurikulum
A.    Kurikulum Berbasis Kompetensi
Maju munudrnya pendidikan bergantung pada sejauh mana pemahaman guru dalam melaksanakan tugasnya disekolah, termasuk pemahaman terhadap kurikulum. Munculnya inovasi adlah untuk mengatasi permasalahan dalam pendidikan. Masalah-masalah inovasi kurikulum mencakup aspek inovasi dalam struktur kurikulum,materi kurikulum, dan inovasi proses kurikulum.ketigaaspek tersebut merupakan pengeompokan jenis inovasi berdasarkan komponen sistem pendidikan yang menjadi bidang garapannya.
KBK merupakan bentuk inovasi kurikulum berbentuk seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai oleh siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dan mengembangkan sekolah.
Aspek yang harus terkandung dalam kompetensi :
1.      Pengetahuan (knowledge)
2.      Pemahaman (understanding)
3.      Keterampilan (skill)
4.      Nilai (value)
5.      Sikap (attitude)
6.      Minat (interest)
Kompetensi yang harus dicapai : kompetensi akademik, kompetensi okupasional, kompetensi kultural, kompetensi temporal.
Pengembangan KBK dilandasi filosofis keimanan dan ketaqwaan yang kuat dengan disertai landasan secara psikologis, yang bagus dan unggul. Dalam pengembangannya KBK dapat dilakukan dengan perencanaan, implementasi pembelajaran dan evaluasi yang dilakukan oleh guru secara terprogram.
B.     Kurikulum Berbasis Masyarakat
Tujuan kurikulum Masyarakat :
1.      Memperkenalkan siswa terhadap lingkungannya, melestarikan budya termasuk kerajinan, keterampilan (handikreatif).
2.      Membekali peserta didik kemampuan dan keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup mereka dimasyarakat.
3.      Membekali peserta didik agar bisa hidup mandiri serta membantu orang tuanya dalm memenuhi kebutuhan hidupnya.
KBM merupakan kurikulum yang menekankan perpaduan antara sekolah dan masyarakat untuk mencapai tujuan pengajaran. Karakteristiknya berpusat pada masyarakat yang dilihat dari segi pengajaran baik orientasi, metode, sumber belajar, strategi pengajaran berpusat pada kepentingan peserta didik untuk bekal hidupnya di masa yang akan datang. Dalam KBM, guru hanya berparan sebagai fasilitator, siswa belajar aktif, kreatif, untuk memecahkan permasalahan (mandiri).
Dalam pelaksanannya selama ini guru mengkemas pengalaman belajar peserta didik dengan terpisa-pisah antara bidang yang satu dengan bidang yang lain, dalam penyajiannya. Ini membuat kesulitan belajar bagi peserta didik, karena memberikan pengalaman belajar artiifsial/ tidak totalitas. Maka dari itu, guru harus memiliki potensi untuk memilih model pembelajaran yang dipakai sesuai dengan karakteristik peserta didik.
KBM diperbaiki dengan kurikulum keterpaduan (integreted curriculum) yaitu kurikulum yang meniadakan batasan-batasan antar mata pelajaran, dalam menyajikan bahan ajar dalam
 bentuk unit.   Ciri-ciri utama kurikulum terpadu, diantaranya : berdasarkan kebutuhan peserta didik, sistem unit, geru berperan sama aktifnya dengan peserta didik dan sesuai dengan minat minat dan perkembangann peserta didik.
Kurikulum terpadu ini terjadi dari beberapa komponen yaitu : komponen lulusan, metode, materi, evaluasi, dan masyarakat. Prosedur pengembangan kurikulum terpadu dilaksanakan dalam bentuk sistem, diantaranya meliputi tujuan sumber unit, kriteria penyusunan rencna umum, organisasi dan isi rencana.
Inovasi Dalam Pembelajaran
Pembelajaran merupkan kegiatan yang disengaja, sadar, direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi dengan sistematis, untuk mencapai tujuan pembelajaran secara aktif, efektif, dan inovatif.
Inovasi pembelajaran kuantum, dikembangkan olen Bobby Deporter pada tahun 1992 dalam kegiatan supercamp. Ini merupakan pembelajaran yang mengutamakan potensi yang ada dalam guru dan peserta didik akan menjadi cahaya atau sinar yang sangat bermanfaat bagi kemajuan mereka secara efektif dan efisien melalui berbagai interaksi dalam pembelajaran.
Konsep yang paling utama digunakan dalam pembelajaran kuantum, yaitu percepatan belajar untuk mengatasi masalah-masalah belajar tradisional, dan fasilitas belajar yang akan mempermudah proses pembelajaran.
Ada beberapa prinsip dan strategi dalam pembelajaran kuantum :
a.       Segalanya berbicara, maksudnya segala sesuatu yang berhubungan dengan proses pembelajaran harus memberikan pesan-pesan belajar pada peserta didik.
b.      Segalanya bertujuan, semua yang bersangkutan pada pembelajaran harus memiliki tujuan-tujuan yang positif dan jelas.
c.       Pengalaman sebelum pemberian nama, peserta didik harus sudah memiliki pengalaman atau informasi terlebih dahulu yang berhubungan dengan upaya pemberian nama tersabut.
d.      Mengakui sikap usaha, semua kegiatan atau uasah yang telah dilakukan harus memperoleh penghargaan
e.       Merayakan keberhasilan, dalam rangka memberikan penghargaan, dalam setiap usaha yang telah diperoleh dalam pembelajaran pantas untuk dirayakan, untuk memberikan umpan balik dan motivasi belajar selanjutnya.
Dalam pembelajaran kuantum, asas yang paling utama ialah “bawalah dunia mereka kedalam dunia kita, dan antarkan dunia kita kedalam dunia mereka”. Sebagai guru harus memfasilitasi dan terus berupaya terlebih dahulu dalam memahami potensi siswa sebagai subjek belajar.
Pembelajaran kuantum mengorkestrasi kesuksesan belajar melalui konteks (lingkungan) dan konten (isi). Dalam pengaplikasiannya guru sebagai fasilitator harus memahami aspek- aspek pembelajaran kuantum, antara lain:
1.      Niat
2.      Berpikir positif
3.      Menjalin rasa simpati terhada peserta didik
4.      Riang, ketakjuban
5.      Mau mengambil resiko (dari zona nyaman – ke zona tidak nyaman).
6.      Menumbuhkan saling memiliki
7.      Menunjukkan keteladanan
Selain itu, dalam rancangan pembelajaran kuantum, yang dapat dikembangkan, selain pengembangan konteks dan konten, pengembangan strategi atau pendekatan pembelajaran, kegiatannya sinkron menyertakan unsur- unsur asas, prinsip, modalitas, dan AMBAK. Dimensi konteksnya yaitu suasana belajar yang menyenangkan, landasan yang kukuh, lingkungan yang mendukung, dan rancangan belajar yang dinamis. Semuanya merupkan unsur yang mendukung kesuksesan pembelajaran.